Tampilkan postingan dengan label hiu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hiu. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2009

Di bawah ini adalah beberapa jenis predator paling berbahaya, karena serangan "beliau2" ini pada manusia berpotensi fatal bahkan berakibat pada kematian:

Great White Shark (Carcharodon carcharias).
Predator laut yang juga dikenal dengan sang maut putih (the white death) ini adalah yang terbesar dari 4 jenis ikan hiu penyerang "tetangga"nya yang bernama manusia. Pada 28 Agustus 2007 lalu, sesosok mayat penyelam wanita terdampar di pantai Autralia dengan luka koyak besar di bagian bawah punggungnya. Ia (diyakini sebagai) korban serangan ikan hiu jenis Great White (lihat fotonya di sini). Film fiksi ttg terror great white semacam JAWS-nya Steven Spielberg seolah semakin memantapkan reputasinya sebagai the most perfect killing machine. So, tolong jangan terkecoh dengan "senyuman"nya, ok?


Saltwater Crocodile (Crocodylus porosus).
Di antara semua jenis buaya dan reptil, "beliau" inilah yang terbesar. Dengan bobot yang bisa mencapai 400 kg dan panjang 6 m lebih, serangan binatang yang kulitnya jauh dari kata "mulus" ini bisa berakibat amat fatal. Akan tetapi, data mengenai serangan "binatang" film Lake Placid (1999) ini pada manusia amatlah jarang, mengingat jumlahnya yang mulai terancam punah.
Jadi, apakah kita --seharusnya-- lebih takut buaya darat??


The Siberian Tiger (Panthera tigris altaica).
Sebagai yang terbesar dari 9 subspesies macan, harimau yang juga dikenal dengan Amur Siberian Tiger ini adalah "teroris" paling manakutkan di kawasan Iran, Iraq, Afghanistan, Turkey, Mongolia, Kazakhstan, Caucasus, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Beberapa peristiwa serangan "kucing cantik" ini cukup menjadi alasan untuk tidak mengajaknya tinggal serumah dengan kita.


Lion (Panthera leo).
Singa adalah jenis kucing besar kedua setelah harimau. Untuk wilayah savana Afrika dan beberapa kawasan Asia, kucing gondrong ini terkenal dengan reputasinya sebagai pemburu kawakan, walaupun --mungkin karena posturnya yang lebih langsing-- kaum betinalah yang lebih sering berburu untuk memenuhi hajat hidup "keluarga"nya (Hmmm, aktivis gender, kaleee... :P). Serangan singa juga merupakan ancaman serius pada manusia.


Brown Bear (Ursus arctos).
Beruang? Jauhkan bayangan Anda ttg si lucu Winny The Pooh maupun boneka panda imut di kamar (anak2) kita. Binatang tambun penuh bulu ini cukup sukses menanamkan image predator bereputasi maut. Salah satu yang terbesar dan paling berbahaya pada manusia adalah beruang cokelat. Penguasa kawasan liar Amerika Utara berbobot sampai 700 kg ini adalah momok paling menakutkan. Tercatat 2 kali serangan fatal beruang per tahun, terutama beruang cokelat berjenis grizzly (Ursus arctos horribilis).

Selasa, 27 Januari 2009

TENTANG GAMBAR-GAMBAR DI ATAS (3)



Film horror besutan sutradara legendaris STEVEN SPIELBERG dengan deretan bintang Roy Scheider, Robert Shaw dan Richard Dreyfuss; tentang terror serangan seekor hiu putih raksasa (Great White Shark/Carcharodon Carcharias) di perairan pantai tujuan wisata bernama Pulau Amity, (somewhere in America pokoknya). Berawal pada suatu malam, saat seorang wanita yang tengah berenang di pantai itu mendadak diserang dan ditarik ke dalam air oleh "sesuatu". Hasil otopsi dokter menyimpulkan bahwa ia diserang oleh ikan hiu jenis great white shark. Penanggung jawab keamanan daerah tersebut, Kepala polisi Martin Brody (Scheider), ingin menutup pantai. Tapi walikota Larry Vaughn (Hamilton), yang mengkhawatirkan penurunan jumlah wisatawan, tentu saja melarangnya.Namun setelah kejadian serupa terus berulang dan korban semakin banyak, Brody memutuskan untuk bertindak sendiri, memburu hiu pemangsa tersebut. Dengan merekrut seorang spesialis pemburu hiu Quint (Shaw) dan ahli biologi laut Matt Hooper (Dreyfuss), Brody memulai perburuannya; so, be quick, or be dead!

Film JAWS diangkat dari novel best seller berjudul sama karya PETER BENCHLEY (1940-2006) terbitan 1974, yang terinspirasi oleh peristiwa serangan hiu secara beruntun di sepanjang pantai New Jersey dari tanggal 1-12 Juli 1916 dan menyebabkan korban 4 orang tewas serta seorang lagi mengalami luka-luka.JAWS, sampai saat ini, tercatat sebagai 100 film terlaris di dunia. Dengan budget ‘hanya’ US$12 juta, ketegangan dan horor yang ditebarkan JAWS mampu meraup pendapatan kotor US$ 282 juta (Rp 2,6 triliun) di pasar domestik dan US$ 470 juta (Rp 4,3 triliun) di seluruh dunia. Ini sekaligus mengukuhkan JAWS sebagai film pertama yang berhasil meraih keuntungan mencapai US$100 juta. Dan pada perhelatan Academy Awards 1975, JAWS sukses mengantongi 3 piala Oscar untuk kategori Film Editing, Music (Original Score) dan Sound. Saat itu, ia juga dinominasikan untuk kategori Best Picture. Sukses secara finansial dan prestasi ini merangsang pihak Universal untuk nekad membuat sequelnya walaupun Steven Spielberg menolak duduk kembali di kursi sutradara (konon alasannya cukup sederhana: “hiunya sudah mati, kok!” :-P). Dan dirilislah JAWS 2 (1978), menyusul kemudian JAWS 3-D (1983) dan JAWS 4: The Revenge (1987) dengan perolehan dollar yang semakin menyusut sejak JAWS jilid 2.Walaupun sebelumnya telah pernah dibuat film tentang hiu semisal SHE GODS OF SHARK REEF (American-International Picture, 1958) dan BLUE WATER, WHITE DEATH (film dokumenter produksi Cinema Center Films, 1971), namun JAWS-lah film fiksi pertama yang bertema horror dengan makhluk berjuluk the most perfect killing machine ini sebagai ‘binatang’ utama, sehingga ia bisa dianggap inspirasi bagi munculnya film-film bertema serupa (terror serangan berbagai jenis hiu) seperti THE JAWS OF DEATH (Cannon Group Inc., 1976), GREAT WHITE (Film Ventures International, 1982), DEEP BLUE SEA (Warner Bros., 1999), RED WATER (Sony Pictures Television, 2003), dan MEGALODON (Fusion International Sales, 2004).(Yang paling ‘menyentuh’ bagi saya dari film JAWS ini adalah salah satu versi tagline-nya: “Do You Like Fish? Well, It Likes You Too!”)