Di bawah ini adalah (urut-urutan) musisi rock/metal dan lagu/albumnya yang “berjasa” mengenalkan saya dengan dengan jenis musik yang menjadi musik “kebangsaan” saya sejak 1987an sampai sekarang. Untuk THE NUMBER OF THE BEST jilid Satu ini, saya mulai dari rocker/metalist Indonesia (Sekedar catatan: Pencantuman nomor hanya menunjukkan urutan "perkenalan" saya, bukan mengarah pada ranking kualitas masing2 band/musisi).1. IKANG FAWZI (album: PREMAN, 1987) .
Album rocker bernama asli Ahmad Dzulfikar Fawzy ini bisa disebut full-lenght rock album pertama yang “sukses” beradaptasi dengan telinga saya (walaupun waktu itu saya sempat bingung karena di inlay cover album ini –seingat saya- tertulis: IAN ANTONO: Lead Guitar, Bass Guitar dan Drum. Pikir saya: “gimana ya caranya metik senar gitar/bass sambil mencet tuts-tuts keyboard plus menggebuk drum?!” :D). Saya demen banget dengan persembahan nomor-nomor keren dalam album ini terutama di nomor MORAL, DARAH MEMBARA, PANAS API dan PAHLAWAN ARENA (yang bagi saya –masa itu- “rock”nya sangat “hard”). Di nomor-nomor ini, Ikang dapat mengeksploitir secara maksimal suara seraknya yang khas namun tetap serasi dengan kesangaran gocekan gitar Ian Antono yang -menurut orang awam musik kayak saya- ”indonesiawiy” banget.2. NICKY ASTRIA (album: GERSANG, 1988).
Lady rocker asal Bandung yang bernama asli Nicky Nastitie Karya Dewi ini “memasuki” hidup saya dengan “membawa” lengkingan suara beroktav tinggi namun tetap “bening” (dan sampai sekarang saya belum menemukan padanannya di blantika musik rock Indonesia). Dengan music arrangement garapan (lagi-lagi) Ian Antono, nomor-nomor dahsyat seperti GERSANG, JERIT ANAK MANUSIA (yang interludenya kayaknya menjadi salah satu rekor “terlama” permainanan gitar Ian Antono), JAM dan KARENAMU telah menjadi semacam “prasasti hubungan mesra” saya dengan Nicky..., eh, musik rock ding!3. GOD BLESS (album: SEMUT HITAM, 1988).
Kegagahan musik rock completely held me in his arms ketika “berkenalan” dengan album ke-3 karya kumpulan rocker legendaris ini (walaupun awalnya saya sempat – menurut gaya bahasanya mikrosopman a.k.a lilydeluxe- “nekhativ tingking” dengan album ini: “kok pake Ian Antono lagi seh?!”. Saat itu saya baru tahu bahwa Ian Antono-nya Ikang dan Nicky adalah “orang” God Bless). Sebagai karya dari band yang berprestasi pernah menjadi pembuka konser Deep Purple di Jakarta (Desember 1975), SEMUT HITAM sungguh layak disebut “tugu pahlawan”nya musik rock Indonesia. Album band dengan formasi Iyek Acmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Jockie Surjoprajogo (keyboard) dan Teddy Sujaya (drum) ini menggempur liang telinga saya dengan track-track hard rock megah, terutama KEHIDUPAN, SEMUT HITAM, OGUT SUPING, SUARA KITA, TRAUMA (lagu ini jugalah yang pertama kali mengenalkan saya pada genre Speed/Power Metal) dan BLA...BLA...BLA..., yang “muntahan” (meminjam istilah jalanhakikat) ritmenya serta tataan aransemennya seolah berkata: “This is the way Indonesian Rock has to be!”.(Ssst! Saat ngetik tentang album ini, ada 1-2 ekor SEMUT HITAM walking-walking di permukaan keyboard saya!!)
4. SAS (album: SIRKUIT, 1988).
Menurut saya, jika God Bless adalah “Deep Purple”nya Indonesia, maka SAS adalah “Judas Priest”nya. SAS bisa disebut “nekat”. Betapa tidak, saat blantika musik Indonesia (waktu itu) masih “lebih bisa menerima” rock bercorak soft atau maksimal hard yang gak bisa lepas dari dominasi keyboard, band (yang namanya merupakan gabungan huruf depan nama personelnya yaitu Soenata Tanjung pada gitar, Arthur Kaunang sebagai vokalis sambil pegang bas, dan Syech Abidin pada drum) ini menjejalkan warna rock yang “lebih liar” dan komposisinya “lebih berat” dengan “menganak-tirikan” keyboard (kecuali pada nomor2 berwarna slow). Dan singel gagah SIRKUIT bisa disebut sebagai “lagu wajib” di pentas sejarah kebangkitan heavy metal Indonesia.
