Setelah membayar tiket seharga Rp. 10.000,- (untuk pengunjung usia 3 tahun ke atas), saya dan pasukan saya mulai memasuki gerbang lokasi KBS yang latar depannya berupa patung Sura (Hiu) dan Baya (Buaya) itu, untuk selanjutnya (mencoba) menikmati tafsir lain tentang ke-Maha Kaya-an Gusti Allah....***
Kemunculan kami langsung disambut wajah ramah si "Mbah", seekor orangutan Kalimantan yang kayaknya pantas jadi sesepuh di situ, dan seekor monyet --yang menurut saya-- sejenis tamarin. Selanjutnya, setelah menyapa si 'murah senyum' Bang onta Arab, saya mengajak rombongan mengunjungi bebrapa anggota KPK alias Keluarga Predator Keren:
Dimulai dari sepasang fishing cat, lalu beberapa ekor buaya dari jenis buaya julung-julung, buaya Irian, dan --the magnificent one-- buaya muara.
Baru setelah 'jumpa awal' itu, kami berlanjut ke si imut yang mematikan, beruang. Lebih dulu kami jumpai Beruang madu; jumlahnya lebih dari 5 ekor. Sebagian ada yang 'ngekos' dibalik kerangkeng baja, sebagian ada pula yang di area terbuka dengan selokan lebar dan dalam sebagai pembatas antara kita (wew, melow, cing!). Lalu kami beralih ke sepupunya yaitu sepasang Beruang Hitam Amerika.
Kami kemudian pindah ke 'marga' lain, marga kucing besar. Yang kami kunjungi pertamakali adalah seekor panther (atau lazim disebut "macan kumbang", yang kebetulan dari jenis jaguar); lalu seekor leopard yang tengah terkantuk-kantuk (dan posisinya out of focus dari kamera saya), dan akhirnya, sampailah kami di hadapan salah satu favorit saya, 5 ekor harimau jenis harimau sumatera, yang terpisah dalam 3 kerangkeng baja kokoh. Kami juga 'menyapa' seekor' harimau putih (kayaknya dari jenis harimau bengala) dan seekor singa (entah yang made in Africa ato Asia). Namun 2 kawan yang terakhir ini keknya lagi gak pingin nampang, ngumpet di balik rerimbunan semak dan pepohonan di 'wilayah' masing yang --sayang sekali, padahal-- berupa tempat terbuka a la rimba mini.
'Perburuan' kami berlanjut ke area khusus akuarium (untuk binatang2 air semacam ikan, reptil dan amphibi. Untuk masuk kami harus kembali beli tiket seharga Rp. 3000,-/pengunjung di atas usia 3 tahun). Di daerah ini, saya dan para followers memulai dari kolam berisi 3-4 ekor ikan arapaima pirarucu (asal sungai Amazon), namun karena kolam asli mereka sedang di rehab, mereka bertempat sementara di sebuah kolam yang gak menarik untuk di foto. Selanjutnya, masih di wilayah itu, kami juga melihat koleksi lain dari berbagai ular, buaya, penyu, dan kura-kura sebelum akhirnya masuk ke gedung akuarium-nya. Di sini, ruangan dibagi2, masing2 untuk koleksi ikan air tawar dan ikan air asin. Di daerah air tawar, kami bertemu dengan ikan2 langka semacam piranha dan sorubim (dengan berbagai jenisnya). Sedangkan di daerah air asin, saya memimpin rombongan langsung menuju the amazing sharks, tepatnya (yang ada 'hanya') ikan2 hiu jenis blacktip reef dan nurse sharks.
Puas melepas 'rindu' dengan 'mereka', kami putuskan untuk melepas lelah di area playland; saya dan anggota berumur lainnya istirahat, sementara si sulung dan adiknya berpuas2 bermain dengan berbagai fasilitas dan sarana melatih ketangkasan yang lumayan lengkap (termasuk sejenis boogey jumping).
Akhirnya, dengan menahan keinginan untuk membuat rumah di dalam area KBS (saking betahnya), saya mengajak rombongan meninggalkan tempat wisata fauna keren ini. Sambil menuju pintu keluar, kami sempatkan untuk 'berpamitan' pada anoa, kuda nil pigmi, dan beberapa ekor komodo...
***
Ini dia (sebagian) 'oleh'2 perjalanan kami...




