Jumat, 20 Februari 2009

HI-S-TORY TELLS

Di bawah ini adalah (urut-urutan) musisi rock/metal dan lagu/albumnya yang “berjasa” mengenalkan saya dengan dengan jenis musik yang menjadi musik “kebangsaan” saya sejak 1987an sampai sekarang. Untuk THE NUMBER OF THE BEST jilid Satu ini, saya mulai dari rocker/metalist Indonesia (Sekedar catatan: Pencantuman nomor hanya menunjukkan urutan "perkenalan" saya, bukan mengarah pada ranking kualitas masing2 band/musisi).

1. IKANG FAWZI (album: PREMAN, 1987) .
Album rocker bernama asli Ahmad Dzulfikar Fawzy ini bisa disebut full-lenght rock album pertama yang “sukses” beradaptasi dengan telinga saya (walaupun waktu itu saya sempat bingung karena di inlay cover album ini –seingat saya- tertulis: IAN ANTONO: Lead Guitar, Bass Guitar dan Drum. Pikir saya: “gimana ya caranya metik senar gitar/bass sambil mencet tuts-tuts keyboard plus menggebuk drum?!” :D). Saya demen banget dengan persembahan nomor-nomor keren dalam album ini terutama di nomor MORAL, DARAH MEMBARA, PANAS API dan PAHLAWAN ARENA (yang bagi saya –masa itu- “rock”nya sangat “hard”). Di nomor-nomor ini, Ikang dapat mengeksploitir secara maksimal suara seraknya yang khas namun tetap serasi dengan kesangaran gocekan gitar Ian Antono yang -menurut orang awam musik kayak saya- ”indonesiawiy” banget.

2. NICKY ASTRIA (album: GERSANG, 1988).
Lady rocker asal Bandung yang bernama asli Nicky Nastitie Karya Dewi ini “memasuki” hidup saya dengan “membawa” lengkingan suara beroktav tinggi namun tetap “bening” (dan sampai sekarang saya belum menemukan padanannya di blantika musik rock Indonesia). Dengan music arrangement garapan (lagi-lagi) Ian Antono, nomor-nomor dahsyat seperti GERSANG, JERIT ANAK MANUSIA (yang interludenya kayaknya menjadi salah satu rekor “terlama” permainanan gitar Ian Antono), JAM dan KARENAMU telah menjadi semacam “prasasti hubungan mesra” saya dengan Nicky..., eh, musik rock ding!

3. GOD BLESS (album: SEMUT HITAM, 1988).
Kegagahan musik rock completely held me in his arms ketika “berkenalan” dengan album ke-3 karya kumpulan rocker legendaris ini (walaupun awalnya saya sempat – menurut gaya bahasanya mikrosopman a.k.a lilydeluxe- “nekhativ tingking” dengan album ini: “kok pake Ian Antono lagi seh?!”. Saat itu saya baru tahu bahwa Ian Antono-nya Ikang dan Nicky adalah “orang” God Bless). Sebagai karya dari band yang berprestasi pernah menjadi pembuka konser Deep Purple di Jakarta (Desember 1975), SEMUT HITAM sungguh layak disebut “tugu pahlawan”nya musik rock Indonesia. Album band dengan formasi Iyek Acmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Jockie Surjoprajogo (keyboard) dan Teddy Sujaya (drum) ini menggempur liang telinga saya dengan track-track hard rock megah, terutama KEHIDUPAN, SEMUT HITAM, OGUT SUPING, SUARA KITA, TRAUMA (lagu ini jugalah yang pertama kali mengenalkan saya pada genre Speed/Power Metal) dan BLA...BLA...BLA..., yang “muntahan” (meminjam istilah jalanhakikat) ritmenya serta tataan aransemennya seolah berkata: “This is the way Indonesian Rock has to be!”.
(Ssst! Saat ngetik tentang album ini, ada 1-2 ekor SEMUT HITAM walking-walking di permukaan keyboard saya!!)

4. SAS (album: SIRKUIT, 1988).
Menurut saya, jika God Bless adalah “Deep Purple”nya Indonesia, maka SAS adalah “Judas Priest”nya. SAS bisa disebut “nekat”. Betapa tidak, saat blantika musik Indonesia (waktu itu) masih “lebih bisa menerima” rock bercorak soft atau maksimal hard yang gak bisa lepas dari dominasi keyboard, band (yang namanya merupakan gabungan huruf depan nama personelnya yaitu Soenata Tanjung pada gitar, Arthur Kaunang sebagai vokalis sambil pegang bas, dan Syech Abidin pada drum) ini menjejalkan warna rock yang “lebih liar” dan komposisinya “lebih berat” dengan “menganak-tirikan” keyboard (kecuali pada nomor2 berwarna slow). Dan singel gagah SIRKUIT bisa disebut sebagai “lagu wajib” di pentas sejarah kebangkitan heavy metal Indonesia.

19 komentar:

  1. IKANG FAWZI:
    saya trauma dengan album ini: pernah pinjam punya kakak, maunya dikopi, malah kena rekam. Konon Pahlawan Arena mau dijadikan theme song-nya PON. Tapi??
    NICKY ASTRIA:
    album ini seingant saya bersaing dengan penari ular-nya Ita Purnamasari. Dan kayaknya Nicky kalah dalam penjulan kaset karena Ita lebih lembut lagunya (sesuai selera zamannya).
    GOD BLESS:
    Album ini tahun '88 ya? konsepe aransemen lagu "Bla Bla Bla" kayaknya "mendapat inspirasi" kesuksesan The Final Countdown-nya Europe yang muncul 2 tahuns sebelum Semut Hitam dirilis.
    SAS:
    Intro lagu Sirkuit jelas-jelas "menginspirasi" Edward Van Halen untuk bikin intro serupa dalam Poundcake di album F.U.C.K (For Unlawful Carnal Knowledge); di tempat saya sudah lama ada SAS (Sidqi, [pak]Amir, Subairi).
    PARTELON:
    ditunggu juga ulasan-ulasan "album lagu" yang tidak meledak, seperti milik Daeng Jamal Purba yang berjudul "Nilai Plus", dll. Untuk urusan "album foto" biar ditangani Tastabun saja..

    BalasHapus
  2. Wow, itu yang saya maksud "musisi" ngomentari "musisi"! Skalangkong atas pelajarannya. Soal Ikang-PON, saya juga dengar gitu.
    Soal Nicky, mgkin saja bgt, Tp kayaknya Ita tdk (terlalu) "mnginspirasi" saya pada rock. Saya juga sempat "suka" sama lady rocker Surabaya ini; tapi terus terang, performance fisik-nya lah yang “menggoda” saya untuk menyukai lagu PENARI ULAR (maklum, waktu itu sdang subur2nya jerawat, hehehe. n untuk Mas Dwiki Darmawan, “Peace, Bos!”:D).
    GOD BLESS vs EUROPE; bisa ya, bisa jga sebaliknya (mgkin gak, seh?). Soalnya film UNDER SIEGE 2-nya Steven Seagal konon juga "m'bajak" idenya GOLDEN EYE (James Bond 007) yang justru dirilis setelah UNDER SIEGE.. Tp Seagal ma God Bless ga nyambung ya?!
    Soal SAS, wah, saya ga tau persis Ra. Untuk urusan VH, Mr. Acing knows better!
    Btw, the comment above shows us the other side of KORMEDDAL!

    BalasHapus
  3. IKANG FAWZI:
    Single Pahlawan Arena menunjukkan kualitas rock khas Indonesia yang melodius (lebih tepatnya, Ian Antono, sang mastermind di album ini). LOLITA, pelajaran moral berharga dari Ikang: inner beauty jauh lebih berarti dari outer beauty.Single LOLITA, rock manis yang ironi

    NICKY ASTRIA:
    Persamaan album GERSANG (NICKY ASTRIA) dan PREMAN (IKANG FAWZI):
    1.kualitas vocal tegas, mendobrak-dobrak telinga
    2.percikan aroma komposisi Ian Antono terasa sekali di album ini

    GOD BLESS:
    Bagi Anda semua yang ingin lebih detil dengan karakter sound raungan gitar Kramer Ian Antono, silakan simak single SEMUT HITAM. Ian Antono abis!

    SAS:
    Menurut saya, karakter sound gitar di album SIRKUIT mirip dengan sound milik Din (gitaris Search, album Isabella, 1991)

    Dear Partelon:
    Review langka dari seorang Lora. Jasmerah. Salut.

    BalasHapus
  4. Wakakakak, pokoknh de'budi jhe' cokocoh, Leeee... Mun tak pas rammih ERSY!!!!
    Soal sound gitarnya SAS; iya, ya. SEARCH banget... Saya baru sadar... Eh, kayaknya sound interlude gitaris-nya Saltis di lagu SADAR juga nge-search ya, Ra?!

    BalasHapus
  5. Ups, kira-kira lebih awal mana ya, Search atau SAS?
    Sepakat. Interlude Saltis SADAR, mirip sekali.

    BalasHapus
  6. SAS berdiri akhir 1975 dan album Sirkuit 1988. Sdgkan Search 1981, album Fenomena dengan hit single Isabella-nya 1989. Tapi saya gak tau apa sejak awal SAS sudah mencanangkan "warna" semacam Sirkuit. Soal Search, Yang jelas waktu itu saya masih kelas 1 MA Annuqoyah II Kebun Jeruk... kalo dah dengerin "isabella", bhuh, kayaknya jerawat saya subur makmur...

    BalasHapus
  7. oldiest but i like it
    kereennnn aku suka semuanya

    BalasHapus
  8. saya bi' kormeddal ma' e but sebut terkait album foto.. Kalo God bless saya juga pernah nutut jamannya bahkan beberapa kali nonton konsernya di Mandala Krida, termasuk konser bareng niki astria.

    BalasHapus
  9. Wah, "keberuntungan" itu saya yang justru gak nutut, Keh. Karena pnjenegan "mendahului" saya ke Jogja. Btw, saya masih nunggu kiriman gambar yang kata panjenengan juga cocok utk di review...

    BalasHapus
  10. Sebenarnya yang saya tunggu adalah gambar-gambar ikan pausi yang sedang memangsa manusia.

    BalasHapus
  11. Siiiih, Ke Alily kanaaakkk... polanah se pada bd "ZI"-nah?!

    BalasHapus
  12. Bagus, saya merasa tertarik ma album itu. Boleh pinjam album SIRKUIT '88-nya?

    BalasHapus
  13. Maaf pak Bus, dari album2 di atas, yang masih betah "mondok" di partelon cuma God Bless. Yang lain dah pada "boyong"...

    BalasHapus
  14. Sepakat!
    Anggun Cita Sasmi sabaiknya masuk list review juga. Ajunan pasti kenging.
    Ditunggu, Ra. Salam Crimson Glory. Ersy!

    BalasHapus
  15. @sang cerpenis n jalanhakikat:
    Jika Ian Antono "melahirkan" Nicky Astria, Jockie Surjoprajogo "mengasuh" Mel Shandy, maka tak ketinggalan, rekan sejawat mereka di God Bless, Teddy Sujaya, juga sempat "mengangkat" Anggun Cipta Sasmi lewat album keren (dan cukup "metal" untuk ukuran lady rocker indon) bertajuk TUA-TUA KELADI (1990). Nah, karena artikel ini ttg masa2 awal "perkenalan" saya dengan rock/metal Indonesia (87-88) dan "berpengaruh besar" pada saya sbg pnggmar rock/metal, maka rilisan setelah tahun 88 mang gak saya masukuin (Ersy!), sbgmana Mel Shandy (Bianglala, 1989).
    Btw, thx atas atensinya...

    BalasHapus
  16. Ha haaa...
    ersy!

    Ok, ndak papa...

    BalasHapus